You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lokakarya Mini Sektoral TW II Cipete Selatan tiyo
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Lokakarya Mini Sektoral Evaluasi Program Kesehatan Diadakan di Cipete Selatan

Kelurahan Cipete Selatan bersama Puskesmas Pembantu (Pustu) menyelenggarakan lokakarya mini sektoral triwulan II di Aula Kantor Kelurahan setempat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

"Bersama-sama mencari solusi"

Kegiatan tersebut diikuti 50 peserta dari berbagai unsur terkait guna mengevaluasi program kesehatan dan memperkuat koordinasi pelayanan kepada masyarakat. 

Komisi E Tekankan Prioritas Kesehatan dan Pembinaan Anak Muda Jakarta

Lurah Cipete Selatan, Supriono mengatakan, lokakarya tersebut bertujuan mengevaluasi berbagai program kesehatan, memecahkan persoalan yang dihadapi di lapangan, serta meningkatkan kerja sama lintas sektor dalam pelayanan masyarakat.

"Ada berbagai kegiatan kita evaluasi, mulai dari Posyandu, penanganan stunting, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), hingga masalah gizi buruk," ujarnya, Kamis (21/5).

Supriono menjelaskan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah sebagai pemangku kepentingan di tingkat kelurahan untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat tetap semangat menjalankan tugas pelayanan kepada warga, meskipun harus bekerja tanpa mengenal waktu.

"Kita akan bersama-sama mencari solusi dan jalan keluar agar setiap permasalahan, khususnya di bidang kesehatan, dapat kita tangani bersama. Dengan demikian, segala yang kita harapkan dan cita-citakan dapat tercapai," terangnya.

Sementara itu, Kepala Pustu Cipete Selatan, Yoshida menambahkan, pada lokakarya mini sektoral triwulan I sebelumnya, pihaknya telah membentuk Kampung Bebas Jentik di RW 07.

Selain itu, Pustu Cipete Selatan juga membentuk Kampung Siaga Tuberkulosis (TB) di RW 02 dan RW 05, serta Kelompok Peduli Gizi (KPG) di RW 06 yang diberi nama "KPG Gemoy".

"Kami juga telah melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan transformasi layanan puskesmas," ungkapnya.

Yoshida memaparkan, saat ini Puskesmas telah menerapkan sistem Integrasi Layanan Primer (ILP). Sistem tersebut mengadopsi konsep pelayanan berbasis klaster seperti Posyandu agar layanan kesehatan menjadi lebih terintegrasi dan efektif.

"Saat ini, puskesmas kita telah menerapkan sistem ILP. Sistem ini serupa dengan konsep Posyandu, di mana pelayanan dibagi ke dalam beberapa klaster," ucapnya.

Ia menuturkan, jumlah kunjungan pasien pada Januari hingga Maret menunjukkan angka yang stabil dan telah mencapai target yang ditentukan. Seluruh kegiatan yang dilakukan diharapkan dapat memberikan dampak positif dan hasil yang optimal bagi kita semua. 

"Hari ini kita dapat saling berbagi informasi dan ide-ide inovatif untuk mendukung keberhasilan kegiatan yang akan dilaksanakan ke depannya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1224 personAnita Karyati
  2. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1034 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye882 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Pemprov DKI Bakal Hubungkan Dua JPO di Rasuna Said

    access_time05-08-2026 remove_red_eye751 personDessy Suciati
  5. Dinas LH Tangani Tumpukan Sampah di Kedaung Kaliangke

    access_time07-08-2026 remove_red_eye711 personAldi Geri Lumban Tobing